Wartawan yang baik dan benar harus memenuhi kriteria yang baik dan benar pula, ungkap Kak Ali. Beliau menuturkan, ada beberapa hal yang harus dipatuhi dalam mengungkapkan sebuah berita. Ini dilihat berdasarkan Kode Etik Jurnalistik ( KEJ ). Jadi, menjadi seorang wartawan yang baik dan benar adalah wartawan yang tidak memberitakan hal – hal dusta, berdasarkan fakta dilapangan, dan berdasarkan pada narasumber yang representatif.
Untuk itu diperlukan suatu kerangka berita, agar yang diberitakan tidak melenceng dari apa yang seharusnya disampaikan.
Kerangka sebuah berita haruslah memenuhi 5W 1H, yakni :
- What
Apa yang bisa disampaikan dari sebuah peristiwa yang terjadi
- Where
Dimana peristiwa tersebut berlangsung
- When
Kapan peristiwa tersebut berlangsung ( lengkap dengan jam )
- Who
Siapa saja yang terlibat dalam peristiwa tersebut ( korban, pelaku, dll )
- Why
Mengapa peristiwa tersebut bisa terjadi ( latar belakang )
- How
Bagaimana peristiwa tersebut berlangsung ( alur peristiwa )
Biasanya, kerangka 5W 1H ini terdapat dalam Lead. Oleh karena itu, Lead harus memenuhi kriteria tersebut, karena menunjang dari pokok berita.
Namun, ujar Kak Ali, ini tidaklah mutlak. Dalam pengertian, jika suatu peristiwa tersebut terdapat beberapa hal yang menarik untuk ditelusuri lebih dalam, atau bahkan dalam peristiwa tersebut, orang yang bersangkutan dengan peristiwa tidak bisa diwawancarai, kita dapat menggantinya dengan wawancara orang disekitar yang bersangkutan, dan lain sebagainya.
Untuk melaksanakan tugasnya, para wartawan dilindungi dengan Undang – Undang Pers, yakni Undang – Undang No. 40 tahun 1999, ungkap beliau. Sehingga, ada batasan – batasan tertentu yang wajib diketahui dan dilaksanakan oleh seorang wartawan dalam mencari, mengungkapkan, dan menyampaikan sebuah berita kepada masyarakat. Beliau memaparkan, pers adalah ujung tonggak media. Dan media adalah suatu alat kontrol sosial yang mengayomi masyarakat. Artinya, benar atau salahnya suatu berita bergantung dari pers, berdasarkan fakta di lapangan. Dan kita sudah bisa membayangkan, bagaimana efek dari suatu pemberitaan yang SALAH, terhadap masyarakat luas.
Kesimpulannya, menjadi seorang wartawan itu tidaklah gampang. Butuh ketekunan yang tinggi, keseriusan, dan kematangan emosi. Tidaklah gampang dalam mewawancarai seorang narasumber dan orang – orang yang terlibat didalam suatu peristiwa. Maka dari itu, tambahnya, ilmu pengetahuan dan penguasaan di lapangan sangat penting dimiliki oleh seorang wartawan.
Bagaimana? Anda tertarik ?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar