Jumat, 27 April 2012

In Memoriam..Papa..

Sudah 69 hari kepergian Papa dari hidup kami..
Sudah 69 hari pula rumah bagaikan kehilangan pemimpin besarnya..
Dan sudah 69 hari pula, sosok Papa tak nampak lagi tidur dikamarnya, maupun duduk santai dikursi kesayangannya diruang tamu..

Pa.. Sungguh, bila waktu dapat diputar kembali, kami semua ingin memberikan yang terbaik disaat-saat terakhir hidupmu..
Engkau yang ingin makan dan minum, tak perduli banyaknya selang dimulutmu yang berfungsi untuk membantu pernafasanmu..Andai bisa diputar ulang, akan kusediakan APAPUN yang engkau mau Pa..
Engkau yang ingin melepas seluruh alat-alat dokter yang engkau anggap menyiksa, beberapa jam sebelum engkau menghembuskan nafas terakhirmu..Andai waktu bisa kembali, akan kulepas semua alat yang melekat, dan akan kubawa engkau kembali kerumah kita..

Bahkan, demi apapun, aku akan terbang ke Jakarta demi bisa memperlihatkan diriku kepadamu, Pa..Sebelum engkau menghembuskan nafas terakhir..
Andai..andai waktu bisa kuputar..

Pa..insyaAllah dalam waktu dekat, kami akan membuka toko buku, sebagai usaha utama untuk Yaya..Agar uang peninggalanmu tidak habis sia-sia.. Dan agar Mama bisa mengecap kebahagiaan dihari tuanya..

Maafkan aku yang belum bisa membahagiakanmu semasa hidup dengan prestasiku, Pa..
Maafkan aku yang belum mampu memberikanmu hasil jerih payahku..Engkau belum sempat merasakan hasil keringatku setiap bulan yang tak seberapa ini..
Sebagai gantinya, insyaAllah kami akan membahagiakan Mama, sebagai istri tercintamu, Pa..InsyaAllah..Man Jadda Wajada !!!

Pa..beribu sumpah kuucapkan, rindu ini sungguh membuncah..Hanya saja, terkadang aku masih tak mampu menahan airmata, jika melihat nisanmu..Saksi bisu ditanamnya jasadmu didalam tanah..Aku belum sanggup, Pa..Begitu pula Mama..Maafkan Mama, istrimu yang hingga kini tak pernah bisa melihat kuburmu..Hingga Mama memilih untuk tidak pergi ke pemakamanmu, hingga detik ini...

Pa..telah kucium kakimu saat-saat engkau sekarat dirumah sakit sebelum engkau berangkat ke Jakarta..Namun, aku sadari itu takkan cukup untuk memintakan pintu maaf darimu..Maafkan aku, Pa..Maaf..


Tidak ada komentar:

Posting Komentar