Dear bintang..
Kali ini, sesuatu yang besar telah terjadi..
Ya, aku, meredupkan sinarku sendiri..Menghapus jejak langkahku sendiri..
Sepi mulai menggerayangi..Sunyi mulai memacariku..
Tapi hatiku tlah kosong..Kosong..
Benar-benar sudah tak ada lagi apapun yang bisa menghuninya..
Dan kosong ini, mengakibatkan rasa ku tak lagi sensitif..
Aku bahkan tak tahu apa itu kesendirian..
Kau tau bintang, sungguh, ini jatuh paling dalam yang pernah kurasakan..
Ini jatuh paling sakit yang pernah kualami..
Dan ini jatuh paling menyedihkan, yang pernah terjadi dalam perjalanan hidupku..
Mengapa tak kau katakan padaku bintang, jika menghapus jejakku sendiri itu lebih menyakitkan ketimbang bertahan tanpa ada aba-aba untuk maju?
Mengapa tak kau sadarkan aku disaat yang tepat? Disaat aku masih berjaya dengan kekosongan, tanpa ada dia yang selalu memancarkan rasa bahagia sesempurna ini?
Dan mengapa harus ada hati yang dikorbankan hanya demi sebuah harapan semu?
Rasa seperti ini tak pernah kurasakan sebelumnya, hingga tak ada lagi yang mampu kulakukan selain diam..
Menghapus jejakku sendiri, mengubur semuanya, ternyata jauh lebih buruk..Aku hanya menyakiti hidupku sendiri..
Diam..
Bintang..mungkin benar apa yang kau bilang..rahasia langit, cuma Tuhan yang tahu..
Kosong..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar