Kamis, 11 April 2013

Kepentok

Ketika cinta udah kepentok, mau bilang apa?
Mentok, bahkan tembok pun kalah mentok dibanding cinta yang kepentok. Bingung kan? Sama!

Saya suka laut. Untuk itulah, saya memiliki impian bisa mengarungi lautan suatu hari nanti. Mau tahu kenapa saya suka laut?

Laut gak punya batas. Batas, yang bisa bikin manusia hidup dalam blok-blok terpisah satu sama lain. Dan batasan ini hanya ada di daratan. Persetan dengan blok-blok yang ada diantara saya, dia, kalian, dan semua orang. Tak perduli apapun akibat dari blok-blok itu, saya tidak akan pernah mendukung bahkan men-Tuhankan sistem seperti itu.

Setiap manusia diciptakan sama. Mengapa harus ada perbedaan?

Kembali ke laut. Saya cinta laut. Suatu saat saya ingin punya lautan luas. 'Punya', bukan 'berada'.
Di laut gak ada tembok pembatas. Semuanya luas terbentang. Tak ada adegan kepentok tembok, pagar pembatas, atau bahkan gedung pencakar langit. Gak akan saya temui tower sinyal setinggi 1.523 meter, atau bahkan menara yang tiap tingkatnya dipenuhi kotoran kecoa dan cicak.

Kondisi laut gak bisa diduga. Sedetik saya bisa merasakan air laut ditangan, terasa dingin dan lembut, namun sedetik selanjutnya saya bisa tiba-tiba masuk kedalam kamar di kapal itu, karena ombak mulai menerjang. Takut.
Begitulah kondisi hidup kita. Gak akan ada yang bisa memprediksi masa depan. Sama hal nya gak ada orang yang bisa menjelaskan kehidupan setelah kematian.
Tapi saya suka kehidupan seperti ini. Disinilah terujinya mapan emosi, pemikiran, dan spiritual kita.

Inilah keajaiban lautan luas.

Laut, saya rindu. Rindu untuk menyentuh riak air yang tercipta. Rindu menenggelamkan diri didalamnya. Tenggelam ke dasar, tuk kemudian melihat indahnya terumbu karang dan beribu jenis spesies binatang laut. Saya gak takut tenggelam lebih lama. Toh, alat scuba diciptakan manusia untuk itu.

Saya ingin lama hidup di lautan. Tanpa batas. Tanpa tingkat. Tanpa sekat. Dan tanpa 'mentok'. Dan..saya pengen ketemu cinta yang seperti laut. Indah, lembut, namun kita takkan pernah tahu apa yang terjadi ditiap pergantian waktu. Saya bosan dengan cinta di daratan yang katanya baik, romantis, tapi nyatanya, hanya bisa melihat dari balik tembok yang ia sukai saja, dari tinggi nya menara yang ia naiki, dan dari lantai ke 120 gedung yang ia tempati. Tanpa pernah melihat lebih rendah.

Saya ingin menemukan cinta yang apa adanya seperti air laut itu. Asin, tapi tetap saja diselami jutaan orang. Karena mereka tahu, keindahan dasar laut yang asin itu.

Saya juga ingin seperti laut, yang tak pernah bertemu dengan tembok pembatas. Ah, jika ada orang yang bisa menghancurkan tembok sialan itu, pasti dialah orangnya, yang bernama J.O.D.O.H :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar