Jumat, 12 April 2013

Menggenggam Awan

Laut tetap saja menghipnotisku..
Ombak yang lepas begitu saja, membuat  kapalku berbelok kesana-kemari, tanpa lelah..

Berkelana menembus lautan luas, membuatku sesekali mendongak keatas. Wah, awan menaungi kapal ini ternyata. Membuatku tak begitu merasakan panas yang menusuk hingga ke pori-pori tubuh.. Awan ini..sepertinya sering kulihat. Berbentuk malaikat kecil dengan cupid panah ditangannya. Mataku menyipit sesaat..

Ah, ada sayap besar didalam peti rahasiaku, ingatku tiba-tiba.
Cepat kuambil, dan kutempelkan ke punggung..

Melayang..
Terbang menembus hingar-bingar ombak yang seolah menjerit tatkala melihatku terbang..

Berputar-putar dilangit, ku cari awan berbentuk malaikat kecil dengan cupid panah tadi. Mana dia?
Kenapa menghilang?

Sekian waktu kuhabiskan hanya untuk mencarinya. Mengapa ia tadi terlihat olehku dari atas permukaan laut, tetapi saat aku sudah menyusulnya, ia pergi! Bah..
Berputar dari awan satu ke awan lain, tak jua kutemukan..
Aku mulai lelah..Duduk disalah satu awan berbentuk datar, dengan angin yang cukup deras mengibarkan rambut hitamku..Kulepaskan sayap besar dari punggungku..

Ahhh..ternyata ini hanya halusinasi ku saja..Ternyata tak ada awan berbentuk malaikat kecil dengan cupid panah ditangannya..Atau mungkin, ia ada namun sengaja membuatku gila dengan pergi menemuinya ke langit?

Kuhelakan nafas panjang, pertanda lelah. Kulirik kebawah. Laut. Kapalku sendiri diatasnya.. Mengapung kesana-kemari tanpa awak.. Ombak menyentuhnya dengan lembut..

Kupasang kembali sayap, kupasrahkan tubuhku kembali ke kapalku di laut itu. Terjun bebas dari langit, tak perduli angin seolah ingin menghantam tubuhku hingga hancur!

Memang semestinya, tak kutinggalkan kapalku, hanya demi mengejar awan berbentuk malaikat kecil dengan cupid panah ditangannya..Toh, awan akan menghilang dengan sendirinya ketika tiba waktunya bulan dan bintang menyapa malamku..

Laut..aku rindu..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar