Ingin rasanya berlarian di pantai berpasir halus itu, menjatuhkan seluruh beban yang ada keatas pasir itu. Melepaskan semua yang terganjal di kalbu..
Aku sangat ingin hatiku bisa terbebas dari segala penyerang..Ya, penyerang hebat itu, yang menamakan dirinya cinta..
Ingin rasanya kakiku beranjak ke tengah laut..Berkejaran dengan ombak, meski ia memiliki sifat ganas..Tak perduli..Kurasakan aku sudah tak mampu perduli pada apapun lagi..
Aku sangat ingin jiwaku bisa menemui peraduannya..Betapa diatas sajadah keinginan ini tak pernah lupa untuk kuluapkan kepada Yang Maha Menggenggam Masa Depan..
Ingin rasanya aku menyeberangi lautan luas itu.. Menggenggam setiap bulir riak air yang terjamah oleh tangan dingin ini..Menelusup melalui celah-celah karang yang tergeletak didasar laut..
Namun, lagi-lagi, kutemukan bintang terang yang ternyata terus-menerus memperhatikan kekalahanku..Menyimak setiap arus deras yang menerpa tubuh layu ini, tetap menerjemahkan isi hatiku meski laut seolah tak ingin aku terapung lebih lama..Laut bahkan ingin lebih menenggelamkanku, ketika keputusasaan tak lagi bisa kutolak..
Bintang..aku tahu, kau sedih jika aku begini.. Tersudut di lautan tak berpenghuni, yang bermuara ke samudra tak bertepi..Aku mengerti, kau kecewa dengan segala kepasrahanku kepada kehidupan, hingga akhirnya aku terjun kedalam lautan, tanpa ada keinginan tuk kembali ke pelabuhan heningku..
Apa..sudah waktunya kutinggalkan karang dan pasir putih lembut ini? Apa memang duniaku adalah bintang-bintang terang di langit biru pekat itu? Aku tersesat..Tolong.. Bahkan angin pun seolah tak ingin menjadi penunjuk jalan, untukku..Untuk hatiku.. Menuju hatimu..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar