Rabu, 16 Oktober 2013

Begum

BAGIAN I



"Suatu saat, gue akan mengunjungi Taj Mahal," begitulah bisikan hati di malam itu. Ku ketik pada pencarian google, dan keluarlah berbagai foto Taj Mahal yang menawan itu. Ku print pada selembar kertas berukuran Kwarto. Dan kutempelkan pada sterofoam biru di dinding kamar. Sejenak, mataku tak lepas menatap gambar itu.

***

Gue emang memimpikan Taj Mahal. Tapi kalau untuk sejarah dibangunnya bangunan yang menggunakan setidaknya 28 jenis batu pertama dari seluruh dunia itu, aku kurang suka. Tepatnya, kurang menerima. Ya iyalah. Taj Mahal, kan dibangun oleh Raja Shah Jehan untuk istri ketiganya, Arjumand Banu Begum,atau yang dikenal dengan Mumtaz Mahal. Gue emang cinta Taj Mahal, tapi gak pake istri ketiga juga, ya kan?

Oke. Tinggalin dulu cerita tentang istri ketiga dan impian tentang Taj Mahal, karena sekarang ini gue lagi sibuk ngerjain sesuatu. Lagi depan kaca. Apa? Elo tanya ngapain? Belajar lah. Apa lo pikir kaca gak bs ngajarin kita? Bisa. Ngajarin kita buat belajar membentuk diri. Contohnya? Gue lagi belajar jadi MC.

***

BAGIAN II

Nama, Arra. Lengkapnya, Arrayu. Gue adalah sosok cewek yang book-freak. Gue bisa nangis, ketawa, bahkan diem kayak anak Autis kalo udah ketemu buku. Gue bahkan gak tau kalo lagi ada gempa dan tsunami menerjang, hanya gara-gara sibuk baca novel Harry Potter. Percaya? Harus!

Selain book-freak, gue juga gadget-freak. Semua social media, gue ada. Mau LINE, KAKAO TALK, WECHAT, WHATSAPP, sampe PATH juga punya, meski kalo abis kuota, gigit jari. Satu lagi, gue pecinta musik. Segala genre dilahap, asal bukan lagu dangdut!

Kamar gue yang berukuran 6 x 5 meter, penuh dengan wall stiker. Warna warni dunia, gue tumpahin dalam kamar. Satu sisi, dicat dengan cat hitam khusus, yang bisa digambarin pake kapur. Kalo lagi jutek, gue gambar Devil, lengkap dengan tanduk diatas kepala dan api berkobar di telinga. Kalo lagi sedih, gue gambar rintik hujan, lengkap dengan sosok cewek yang lagi duduk dibawahnya, persis sama dengan adegan di sinetron. 

Sisi dinding lain, gue tempelin wall stiker bergambar laut. Ya, gue emang cinta mati sama pantai. Gue cinta mati sama ombak dan hembusan angin laut. Dan gue bermimpi, suatu saat, bisa sholat di pantai. Sisi dinding yang satunya, gue tempelin wall stiker sepasang manusia yang lagi duduk diatas bangku, dengan kanan kiri taman dan kupu-kupu terbang. Sugestinya, bisa ketemu jodoh yang bikin nyaman hidup, senyaman duduk dibangku taman. Jadilah kamar ini nyentrik sendiri, sama kayak tuannya. 

Bicara soal meja, dikamar gue cuma ada satu meja, yang lacinya penuh dengan novel dan komik. Yang paling sering gue suka adalah, frame bertuliskan 'Future Husband'. Gue buat sendiri dari kardus dan stick bekas es krim. Fotonya? Raditya Dika yang pake peci dan lilitan sorban di leher. Terserah deh, lo mau ketawa kek, apa kek. Gue emang suka cowok lucu, tapi teteup beriman. Hehehe...

Tapi jangan ketawa kalo liat tempat tidur gue. Ya, ranjang kesayangan gue emang penuh dengan boneka beruang *kemudian hening*.

Dan gue, baru lulus dari Sma Ducati, singkatan dari dua kali tiga, alias Sma 6 disalah satu sudut kota di ibukota Provinsi Lampung,Bandarlampung. Berkat otak yang diberkahi dengan kecerdikan luar biasa, gue dapet beasiswa, kuliah di Universitas Udayana, Bali. Tapi...

"Kamu kan seumur-umur gak pernah pisah sama Mama. Kok sekarang jadi berani banget mau ke Bali sendirian. Emang gak takut, ntar hanyut di pantai Kuta?", suara Mama yang keluar, begitu gue nunjukin beasiswa itu. 

"Lagian, masa gak bisa milih sih? Yang disini aja gak ada bedanya kan? Ntar ditaksir Reog, loh!", Papa menimpali ucapan Mama tadi.

 Jadillah gue sesenggukan dikamar malam itu. Gambar Devil gede di dinding, lengkap dengan tanduk dan api, berhasil gue buat. Bedanya, apinya sekarang diatas kepala!

***

Butuh waktu buat ngebujuk Papa Mama. Secara, gue emang anak bungsu yang paling jarang pisah dari ketek mereka, maksudnya, dari hidup mereka. Tiap pergi sekolah, mobil beserta sopir yang tak lain adalah Papa, selalu nganterin sampe gerbang sekolah. Pulang sekolah, selalu dijemput Mama, karena pasti Mama harus mengecek butik Mama di mall. Dan  gue selalu nunggu sampe Mama bilang,"Yuk, pulang!", jelang sore hari. 

Gue punya dua orang kakak, Doni dan Andri. Kakak-kakak yang ganasnya bukan main kalo udah berurusan sama gue. Iya, mereka bahkan over-protectif dibanding Papa Mama. Sumpah!

Dan, seminggu sebelum waktunya gue berangkat, barulah izin dari mereka gue dapetin. Berbagai petuah mampir di telinga, dari A sampe Z, balik lagi ke C, lalu loncat ke M, untuk kemudian berakhir kembali ke Z. Selama 3 hari 3 malam, ransel dan koper gue mengalami bongkar pasang. Semua yang menurut mereka harus dibawa, langsung dimasukin paksa ke koper, tanpa perlu nanya kopernya, sanggup atau gak.

Dua kakak gue lebih parah. Si Ajie masukin jam beker, dan si Andri maksa gue buat bawa madu. 

"Apa pentingnya, Kak? Udah penuh, nih!," kataku setengah menjerit.
"Anak kos itu identik dengan bangun siang. Lo harus bawa jam beker, biar 
bisa bangun pagi. Kalo bangun siang, rejeki diseret kambing, tau?," kata Andri. Gue mendengus hebat.
Senada dengan Andri, Ajie juga ngasih gue nasehat yang menurutnya penting, meski menurut gue gak sama sekali.
"Madu, itu bagus banget buat badan, Dek. Minum kalo lagi lemes, mudah-mudahan sehat terus". Udah tau seumur-umur gak pernah minum madu, malah disuruh bawa!.

Dalam hidup, kita akan selalu menghadapi perpisahan. Bandar Udara Radin Inten II menjadi saksi hidup, bahwa perpisahan emang gak mengenakkan. Pelukan sama kak Andri dan Doni, mereka seolah gak mau ngelepasin gue. Papa cuma meluk sebentar, lalu ngelepasin duluan. Tapi aku tahu, beliau masih sangat berat melepasku.

Pelukan Mama terasa sangat hangat. Gue sampe sesak sesaat. Mama meluk gue sangat erat. Dari sekian banyak petuah, satu yang gue tanam dalam jiwa.

"Kalo kamu pergi sebagai emas, maka pulanglah sebagai emas juga. Mama gak bisa ada disisi kamu, yang ada disisi kamu setiap saat itu, Allah SWT. Jaga diri kamu, selayaknya kamu jaga kepercayaan Mama dan Papa".

And story goes on.. Bali, gue memenuhi panggilanmu...

***

BAB III

Universitas Udayana, Bali, September 2008

Kampus utama Universitas Udayana, Bukit Jimbaran, terletak di kecamatan Jimbaran, kabupaten Badung, Bali. Disini merupakan pusat pariwisata Bali. Banyak sekali objek wisata yang ada disini, seperti GWK, Pura Uluwatu, Nusa Dua, Tanjung Benoa, Pantai Dreamland, dan masih banyak lagi.

Hari pertama menginjakkan kaki di kampus. Jam 8 pagi. Statusku mahasiswi Jurusan Manajemen Bisnis kini. Beruntung, rumah kos yang ku tempati hanya berjarak 200 meter dari sini. Ya, tepat dibelakang kampus ini, banyak kos- kosan disewakan. Teman lama yang membantuku agar bisa dengan cepat mengambil salah satu kamar kos, Mini namanya. Yah, seukuran lah sama badannya yang juga 'mini'. Saat gue menginjakkan kaki di kos ini, dia langsung memberikan wejangan dengan logat khas Bali-nya, "Ini kos putri. Gak boleh ngajak cowok kemari. Kamar mandinya didalam kamar, tapi airnya harus hemat, karena cuma keluar 2 hari sekali. Paling lambat pulang ke kos, jam 10 malam, lewat dari jam itu, pintu kos dikunci, jadi kamu gak akan bisa masuk lagi". Padahal semua wejangannya udah ada di papan yang ditempel diruang tamu kos. Semua.


Kamar kos ku sendiri terletak di tengah rumah, dan dikeliling dengan 3 kamar lainnya yang saling berdampingan. Tetangga kamar kosku, sudah kukenal sejak pertama kali masuk ke kos ini. 

Dera, mahasiswi hukum, yang suka banget bikin pernak-pernik dari berbagai bahan dam alat. Mulai dari wadah alat tulis di meja yang terbuat dari kaleng susu, dibalut dengan kain bekas berwarna putih, dan dilukis dengan cat minyak, atau bahkan jam dinding yang terbuat dari kardus bekas dan dibuat berbentuk matahari. Ni orang memang unik. Beneran deh. Monic. Nama lengkapnya Monica Manik. Anak Sulawesi yang sangat cinta dengan pacarnya, Benu. Tapi gue kurang nyaman dengan sang pacar yang bahkan ngelarang Monic buat makan banyak.

"Ya kalo kamu gendutan, berarti harus beli baju baru, celana baru. Susah, kan? Jadi mending kamu diet, selain bisa menghemat duit," kata Benu, suatu kali. Gue mikir, gimana nanti kalo mereka udah nikah, emang bunting gak bikin badan gemuk? Ada-ada aja!.

Satu lagi temen kos ku, Zizi. Anak Bandung, yang rajin banget bilang,"Elo udah makan?", sambil mengunyah sesuatu. Bayangin aja badannya kayak gimana. Agak lemot, tapi rada baek.

Pagi ini, kampusku cukup cerah. Keluar kelas jam 10.30 pagi. Perut lapar, karena memang belum menyentuh apa-apa pagi ini. Bergegas aq mencari kantin. Hari pertama seperti ini, memang masih harus menghafal denah kampus seluas ini.

Baru dua teguk minuman dingin yang kuminum, seseorang duduk dimeja dihadapanku.

"Hei.. anak baru, ya?", tanyanya basa-basi.
"Iya".
"Baru keluar kelas?".
"Yup".
"Jurusan apa?".
"Manajemen bisnis".
"Namanya siapa?". Kali ini ia menjulurkan tangannya. Kuterima jabatannya. "Arra".
"Kenapa kuliah di Bali? Kan jauh dari daerah kamu?".

Sejenak, gue memicingkan mata.
"Daerah mana maksudnya?".
"Lampung-Bali kan jauh". Mata gue membelalak sesaat. Ini siapa?
"Kok elo tahu gue dari Lampung?".
Sebelum si cowok menjawab, tiba-tiba dering hp berbunyi. Dan tanpa ba-bi- apalagi bu, dia langsung berlalu begitu saja, sembari mengangkat hp uang gue taksir berusia ratusan juta tahun lalu. Jadul banget.

Gue habiskan minuman yang tadi tertunda, namun kemudian tiba-tiba teringat sesuatu. Itu cowok siapa namanya tadi? Kuliah jurusan mana? Kok dia tahu semuanya tentang gue, tapi gue bahkan gak tahu namanya, tanya gue dalem hati. Kejadian ini masih terngiang di otak gue, hingga akhirnya berangsur-angsur dilupain karena kesibukan kuliah dan tugas-tugas yang menumpuk.

***

BAGIAN IV


Satu minggu di Bali, gue udah 3 kali nangis sesenggukan dikamar. Pertama, nangis karena kangen sama suasana rumah. Kedua, nangis karena kemaren ditinggal sama anak-anak kosan karena mereka pada malem mingguan semua, sementara gue dikamar gak diajak siapa-siapa. Dan ketiga, karena tugas numpuk. Beneran deh, baru ngerasain jadi mahasiswi, rantau pula. Bener-bener kayak anak yang lahir dari batu, gak punya siapa-siapa.

"Elo cari pacar aja, biar gak kesepian, Ra," kata Zizi siang itu. Dikantin, gue, Zizi, dan Dera sedang menikmati menu andalan ala anak kosan, seporsi mie dengan telur ceplok. Monic lagi pergi sama pacar tercintanya. 

"Elo sendiri, punya pacar?". Gue nanya basa-basi.
"Gak ada".
"Trus kenapa nyaranin gue cari pacar?".
"Yaaa..biar elo gak kesepian, Arra sayang... Elo harus beradaptasi lebih baik lagi. Kalo elo punya pacar orang Bali, kan bisa ngebantu elo beradaptasi lebih cepet". 
"Emang kalian gak mau ngebantu gue untuk  beradaptasi?".

Dan topik 'cari pacar' ini gak pernah lagi timbul dalam perbincangan-perbincangan kami selanjutnya.













Jumat, 20 September 2013

Treatment Hati :')

Menilik hati yang makin lama makin gak konsisten, ujung-ujungnya capek sendiri. Sudahlah, gak akan selesai kalo gak diselesaiin..Yakin deh.. Yaiyalah, gimana mau kelar kalo gak dikelarin..Udah ah capek :(

Gini aja deh, intinya ikhlas yaaa..Udah berapa kali hati di-sugestiin supaya kek gitu :') :') Kan kalo ada niat, pasti ada jalan..Meski harus lewat jalan darat, laut, atau bahkan udara, kan yang penting sampe ke lokasi yang dituju..Aamiin *ngomong apa sih gue*

Anggep ini treatment hati :") Seenggaknya, belajar dari pengalaman yang sudah2.. Org pinter kan bukan cuma minum tolak angin, tp juga selalu ngambil hikmah dr setiap kejadian *kalem

Last, semua memang sudah diatur sama Allah SWT..Semua udah ditakdirkan..Udah ada jalannya..Lagi2 gue cuma bisa ngeyakinin hati, kalo gak ada kebetulan didunia ini.Semua udah ada garinya masing-masing..

Tapi mungkin, ini treatment hati yang paling gress..Ibarat kata, nyeesssss banget :( Tapi gpp..Itu artinya Allah syg sama gue *sisiran*..Gak ada hal yang gak bisa diatasi..Gak ada masalah yang gak ada jalan keluarnya..

Kenapa Allah gak nyiptain pitu kemana saja punya Doraemon didunia nyata?Kenapa di laci meja kita gak pernah ditemui mesin waktu? Karena Allah pengen liat usaha kita..Pengen liat,seberapa jauh kita bisa idup diatas kaki kita sendiri..Dan seberapa jauh kita bisa melangkah dg keyakinan :')

Sabar ya hati..Ketika kita ikhlas, insyaallah kita dikasih pengganti yang lebih baik..Takdir yang lebih indah dari ini..Aammiiinn..

Jumat, 06 September 2013

Surat Untuk Calon Imamku Tersayang

 

Dear imamku tersayang..

Jujur aku disini was-was menunggumu lhoo :)
Seperti apa dirimu kelak yang akan selamanya bersamaku
Surat ini benar-benar memang harus kau baca dahulu..
Sebelum kamu benar-benar siap menjadi imamku untuk selamanya :)
Haii calon ku ..
Kau pasti seiman denganku kan?
Allah SWT, Tuhan kita :)
Aku berharap kamu adalah pria yang shaleh yang benar-benar  tepat untuk menjadi imam dalam salat ataupun dalam hidupku..

Aku mohon padamu calonku..
Jangan hisap sebuah batang yang mengeluarkan asap kotor..
Karna sama saja kau akan membunuhku secara perlahan dengan asapmu itu..

Calonku sayang..
Aku pasti akan sangat senang sekali ketika kamu pulang salat dari mesjid :)
Aku bisa membayangkannya betapa indah wajahmu saat itu..
Dapat mebuatku tenang melihatmu setelah usai salat dari sana :)
Aku pasti merindukan ketenangan itu ..

Calonku, lagi apa yah kamu disana??
Apa kamu sudah siap mencintaiku selamanya walau nanti aku tak lagi cantik?
Apa kamu akan siap menemaniku selamanya bila nanti aku jatuh sakit?
Dan apa kamu akan selalu sayang bila ada sesuatu yang buruk menimpaku?? Jawab wahai calonku :)
Seperti janjiku saat ini ..
Aku akan ahli memasak hanya untuk imamku ini..
Siap sedia menjadi koki tersayang di rumah kita nanti :)
Akan selalu siap menjadi ibu yang merawat anak kita dengan sepenuh hati :)
Baby siter yang paling cantik yang pernah kamu miliki :)

Mungkin terlihat materialistis..
Tapi calonku sayang, aku berharap kamu seseorang yang memiliki pekerjaan tetap atau dengan bangga menekuni talentmu itu..
Untuk membuat kita mampu bertahan hidup bersama anak-anak kita :) ..

Dan aku janji calonku,.
Jika nanti kamu terjatuh..
Aku akan tetap mendampingimu, tidak akan meninggalkanmu sendirian merasakan sakitnya jatuh hanya karena keuangan berkurang..

Tapi kamu juga harus janji padaku,.
Kamu bukan seseorang yang mudah putus asa dan  mudah meniggalkan taggung jawabmu sebagai suami dan ayah ..

Calon pemimpinku..
Aku takut bila nanti kamu hanya manis diawal saja :(
Dan kamu akan melukaiku..
Jika nanti aku salah atau saat kamu sedang ada masalah..Kau akan melampiaskan kemarahanmu padaku..

Jangan calonku :( Aku bukan media pelampiasan amarahmu..
Aku mohon jagalah aku seperti kamu menjaga ibu dan saudari perempuanmu..

Jika aku salah…
Aku mohon kamu tidak akan membentakku  :(
Cukuplah diberi nasihat dimana letak kesalahan dan apa yang harus aku lakukan… Mungkin nanti akan terlihat batu diri ini, tapi percayalah…
Aku pasti akan menuruti apa yang akan kau perintahkan calonku :)
Walau aku butuh ketenangan dalam diam..

Aku harap bila nanti aku menangis ..
Pelukanmu yang akan menenangkanku ..
Menghapus lukaku ..
Kau pahlawan buat aku calonku :) dalam keadaan apapun kau tetap MY POWER RANGER :)

Bila nanti aku marah, aku sedih, dan aku kecewa..
Aku harap kamu punya cara jitu untuk mengatasi ini semua..
Jangan biarkan aku berlarut sendirian tanpamu..

Saat aku meminta kamu untuk pergi..
Disaat itu pula aku ingin kamu tetap disini menemaniku..
Walau lagi-lagi aku hanya bisa diam :)

Walau mawar putih disana yang terindah..
Tapi percayalah calonku…
Kehadiranmu akan sangat aku butuhkan, itu lebih indah bagiku..

Sayangku..
Aku tidak akan memaksamu untuk menjadi sosok yang romantis..
Tapi aku yakin jiwa romantisme-mu sebagai laki-laki pasti ada kan?
Setidaknya kau mampu membuat aku terbang ke langit yang paling tinggi..
Karna kau tlah membuatku bangga, akan indahnya dimiliki dan dicintai oleh kamu :)

Aku bukan sebagai pemimpin bagimu..
Aku juga tidak suka bila kamu tidak dewasa..
Jadi jangan bersikap childish dihadapanku..
Aku ingin menjadi dewasa bersamamu..
Bukan membuatmu menjadi dewasa bersamaku..

Imamku sayang..
Aku mau kamu berjanji satu hal padaku..
Kamu tidak akan menikahi wanita lain sampai aku meninggal nanti..
Aku bukan tidak suka dengan poligami..
Tapi aku hanya ingin kamu tau..
Aku benar-benar ingin merawat dan menjaga kamu sendirian..
Tak perlulah ada wanita lain yang menjagamu…
Aku masih sanggup kok calonku sayang :)
Bukankah akan lebih indah bila kehidupan kita hanya ada aku, kamu, dan anak-anak kita nantinya :) bersama keluarga kita tentunya :)
Pasti akan lebih bahagia..
Waktu yang kau punyapun akan lebih banyak bersamaku dan anak-anakmu kan :)

Calonku..
Sekali lagi.. Kamu tidak perlulah berwajah ganteng seperti Dude Herlino untuk menarik perhatianku..
Tapi cukuplah kamu yang apa adanya yang memiliki aura dengan segala karismatik keperdulianmu terhadapku ..
Semoga aku dapat menjadi istri yang tidak akan memberatkan taggung jawabmu di akhirat kelak yahh :)

Semoga kita  dapat benar-benar berjalan bersama nanti yah..
Semoga cinta yang kita milikii karna kita teramat mencintai ALLAH SWT :)
Semoga kita akan selalu berpedoman pada AL-Quran dalam menjalani hidup :)
Semoga menikah adalah tujuan kita beribadah karna mengikuti sunah Nabi Muhammad SAW yah :)
Semoga kita dapat mendidik anak-anak kita yang cantik dan ganteng bersama-sama, dalam akhlak yang mulia :) menjadi anak yang shaleh dan shalehah nantinya :)

Amiin Ya Allah :) 
Semoga ini semua ada dirimu yah :) bila ini belum ada pada dirimu, aku akan menunggumu lagi untuk benar-benar melihat kesiapanmu untuk menjadi imam untukku dan calon anak kita :) Tapi bila kamu merasa ini semua beban atau terlalu sulit untukmu, lebih baik kamu mundur saja sekarang :) aku tak apa… aku akan tetap menunggu sosok imamku itu yang dapat membuat aku mellihat dan merasakan indahnya surga bersama imamku :)
I LOVE YOU Cal

Salam,
Sasuke

SUMBER : http://www.windyaz.com/aku-adalah-kamu/surat-untuk-calon-imamku-tersayang/ 

Kamis, 22 Agustus 2013

Kamu, Dia, Mereka

Kamu..

Bintang itu letaknya dilangit. Tapi ada satu lagi yang letaknya di laut, yakni bintang laut. Kamu tau kenapa bintang hidup dilangit sama dilaut? Bukan..Bukan karena dia punya 2 kepribadian, tetapi karena mereka bisa hidup diatas awan dan dilautan, yang sama-sama luas. Gak ngerti? Yaaa..aku juga mikir-mikir sikk.. Hihihi..

Langit.. Ketika kita menengadah keatas, langit biru terhampar luas. Diramaikan oleh awan yang membentang sepanjang mata memandang. Berbagai jenis burung turut meramaikan langit biru tersebut..
Laut.. Keindahan bawah air yang tiada tara. Terumbu karang, binatang laut penghuni bawah laut yang bahkan makhluk daratan berlomba-lomba tuk menyelam, menghayati keindahan ciptaan Tuhan. Ombak, suara termerdu didunia pun ikut memperdengarkan kepada dunia, bahwa laut menjadi salah satu objek terindah yang seringkali dicari diseluruh dunia. Tentang pantai berpasir putih, tentang ombak yang saling mengejar, dan tentang jejak kaki yang menapak dari waktu-ke waktu, membuat jejak-jejak tersendiri, meski pada akhirnya riuhan air laut menghapusnya serta-merta.

Tau gak kenapa aku menuliskan tentang langit dan laut? Karena kamu lah langit sama laut jadi begitu berwarna dimataku.. Kamu, yang slalu ada dalam bayang mata ini.. Dan kamu, yang slalu mengisi gejolak hati, hingga tiada yang mampu menepis angan.Meski kamu takkan pernah tahu, setidaknya rasa ini Tuhan yang tau.. Andai Tuhan menjawab, bahwasannya rasa ini akan berlabuh kepada orang selain kamu nantinya, setidaknya aku bisa menghibur hati, bahwa langit dan laut takkan pernah bersatu :)

Dia..

Entah mengapa, tiba-tiba, ujung jari menari-nari diatas keyboard qwerty BB, suatu waktu. Dan sinyal menyampaikan pesan singkat itu kepadanya. Pada dia yang dahulu pernah mengisi relung hati terdalam. Dahulu, bertahun-tahun yang lalu. Sudah sangat lama, ketika kukenang masa-masa bersama yang masih seumur jagung. Entah mengapa, nomor handphone itu tak pernah terhapus, meski sudah berkali-kali aku berganti handphone dan merusaknya lagi dan lagi. Sinyal jua yang turut menyampaikan balasan dari kata maaf, waktu itu. Seketika aku terkesiap. Dia sangat dewasa. Ya, jauh lebih dewasa dari pada aku. Dengan kesahajaannya, ia memberi maaf setulus hati. Aku sangat berterimakasih. Sangat sangat bersyukur, satu hati yang dulu pernah kukecewakan, memberi maaf setulusnya.

Tapi, entah mengapa..meski hingga kini, aku dan dia sudah kembali seperti semula, bercengkrama, bercanda, mengobrol tentang apa saja hingga larut malam, ataupun saling memberikan semangat diwaktu kerja, aku merasa, dia sudah berubah. Ya, aku tak lagi mengenalnya..

Dia tetap pada kesederhanaannya, kedewasaannya, dan kematangan pribadinya. Tapi apa yaaa..aku tak melihat lagi rasa sayang yang selalu ia tunjukkan lewat matanya. Kesederhanaan yang dulu sangat mendominasi, sekarang berkurang hingga 50 %. Ia mulai menunjukkan semua yang ia punya, meski tak kasat mata. Sungguh, aku tak melihat dia dari kehidupannnya yang kini berhasil. Demi Allah, aku tak silau dengan semua yang kini kau dapatkan. Aku tak lagi menginginkan kemewahan belaka, karena yang inginkan adalah cinta sejati..

Pribadinya yang dulu bersahaja, memberikan ketenangan disaat aku butuh perlindungan, kini tak lagi ada. Kata-kata yang tercipta dari bibirnya kini, berkisah banyak tentang apa yang dilakoninya saja, tak lagi bisa memberikan ketenangan. Dia, orang lain kini...

Mereka..

Mereka tak bisa melihat apa yang sesungguhnya terjadi. Mereka hanya melihat dari kacamata mereka sendiri, tanpa pernah berfikir bahwa setiap orang punya pandangan masing-masing. Aku lelah, Tuhan. Sungguh, mereka tak bisa memahami apa yang sedang terjadi. Hanya diri ini yang bisa menjelaskan, melepaskan semua beban diatas sajadah.

Jumat, 16 Agustus 2013

PertaMAX Bikin Min

Jadi ceritanya kemaren ke POM bensin, niatnya memang buat beli Pertamax. Gegara temen sekantor bilang, pake pertamax itu, selaen mendukung program pemerintah, juga bikin motor 'sehat'. Okelah, sekian lama gak beli, tepatnya jauh sebelum BBM naek, akhirnya punya niat lagi beli pertamax..Nyahahahaa..

Tapi..kayaknya memang kemaren bukan waktu yang tepat. Beneran.

Pertama, gue lupa harga Pertamax per LITER nya. Atau lebih tepatnya sikk, gak tau..*nunduk..
Kedua, uang akomodasi dari kantor untuk bulan ini DIPOTONG, karenalibur Lebaran dihitung 7 hari. Alhasil, setelah dipotong sana-sini plus potongan uang pulsa, sisa tinggal beberapa lembar berwarna biru -__-
Ketiga, gue lupa kalo motor gue 'berbeda' dari yang laen. Jadi si temen gue yang kasih saran itu, motornya H*nd*, dan udah polteng aja kalo ngerogoh kocek sekitar Rp 20 ribu-an. Sedangkan motor gue, merk S*z*ki, matic,  dengan kapasitas 5 liter bensin.


Dan...total ngisis Pertamax Rp 47 ribu!.
Nyesek? Udah pasti. Lupa beud kalo motor ini box dalem nya pun berkapasitas 8 liter -____-
Padahal, kalo ngisi premium, cuma Rp 20 ribu-an jugak..

Nyesek? Jangan ditanya lagi!

Kamis, 01 Agustus 2013

After This..

Didunia ini, hanya 1 : 1.000.000.000.000 kebetulan yang terjadi. Karena, sekecil apapun, apa yang sudah digariskan Allah SWT di Lauful Mahfudz, takkan pernah bisa diubah.

Aku tak tahu mengapa harus bertemu dengannya ditempat  itu. Aku tak tahu bagaimana bisa sebuah kebetulan terjadi, padahal sekian kali aku berada di lokasi tersebut, tak pernah kutemui dia. Sungguh Allah SWT sedang menakar kuatnya hati ini..

Dengan masih diliputi rasa ragu, kudekati sosok itu. Kusodorkan tangan untuk menyalaminya. Kami bersalaman 1 kali. Namun, hanya sebatas itu.

Tak ada rasa pedulinya, meski niat ku sudah bulat untuk memohon maaf..

Sekejap, kurasakan kecewa.

Tapi..

Sudahlah. Segala niat baik Allah SWT yang lebih tahu. Segala hal dalam hidup yang ingin kita ubah, Allah SWT lebih mengetahui segala sesuatu..
 Dan jika kelak aku dipanggil-Nya lebih dulu, kuharap takkan ada penyesalan yang tersisa :)

Sabtu, 20 Juli 2013

Sentuhan Ikhlas

Bintang..apa kabar di langit, zona nyamanmu?

Sekian lama tanganku tak menulis hari-hari terbaik di blog ini.. Sekian lama pula tak kukisahkan padamu semua yang kulalui..

Yahh..paling banter polisi tidur yang menghalangi jalanku, hingga tak begitu mulus tuk kulewati..Atau bisa jadi motorku masuk kedalam lobang besar yang penuh dengan air tergenang didalamnya, yang membuat sebagian boots ku basah dan kakiku gemetar menggigil.

Bintang..
Ikhlas itu sulit ya..Sangat sulit..Betapa sulitnya!
Iya..sangat sangat sangat sulit!!!
Ikhlas itu sama kayak kita disuruh makan mie soto, padahal kita bener-bener jijik buat makan tuh mie..
Ikhlas itu sama kayak kita disuruh berdiri dipinggir jembatan yang dibawahnya mengalir sungai deras, padahal kita gak mau bunuh diri :|

Dramatis? Iya..Karena memang ikhlas itu adalah akhir dari salah satu drama hidupku, setidaknya untuk saat ini..


Ikhlas itu..ah sudahlah,bintang..
Gak perlu diulang kali :(


Kadang, Tuhan ngasih kita rasa kecewa, agar kita tau gimana rasanya sukacita..
Kadang, Tuhan ngasih kita rasa sedih, agar kita tau gimana rasanya bahagia..
Tapi tetep aja, nyeseknya itu loh -,-
Ikhlas gak segampang lari kejalanan dan uji nyali dengan nabrakin diri ke becak yang lewat..


Aku dituntut untuk mengakhiri rasa kepemilikan seonggok hati yang tak berhak kumiliki. Aku dipaksa untuk mengakhiri semua mimpi yang kugantungkan dengan pasrahnya kepada seonggok hati itu..
Padahal, mimpi2ku terbiloang bagus loh, bintang..
Mimpiku,kutemukan ia diantara padang bunga warna-warni,lalu kita berjalan bersama dijalan setapaknya (terserah deh kalo mau dibilang mirip film Indiahe! Biarin!)..
Mimpiku,kita berjalan bergandengan, lalu kemudian anak-anak yang lucu memanggil kita 'Ayah-Bunda'
dan..
aku terjatuh dari tempat tidur,dengan pantat mendarat mulus dilantai -____-"a


*hela nafas* *kedip mata beberapa kali* - supaya airmata gak jatoh sembarangan..

Ikhlas emang gak semudah nendang motor ampe terbalik ya, pemirsah!.Butuh proses yang lebih panjang dari  jalan raya Bogor :|

Kamis, 30 Mei 2013

Menepis Asa

Ternyata, bintangku kali ini tersimpan rapi dibalik awan. Ya, aku pun bingung. Entah apa yg dilakukannya di balik awan sana. Kamu tidak ingin menemuiku ya?

 Aku tahu, aku memang manusia biasa, yang gak punya apa-apa buat dibanggain..Aku memang cewek biasa banget yang kemana-mana cuma sanggup pake flat shoes..
Aku juga cuma punya keberanian dan kemantapan hati untuk terus melaju kedepan, meski tanpa pegangan apapun di kanan kiri tubuhku..

Bahwasannya hidup harus terus berjalan, apapun rintangannya, aku tahu itu..
Bahwasannya jalan hidup tak selalu mulus bak jalan tol, aku juga tahu..

Tapi bisakah kali ini kau tak meninggalkanku, bintang?
Berualng kali kau meninggalkanku, meski aku sudah bertahun-tahun setia berada disampingmu..

Awan itu memang putih, tapi bisakah kau melihat lebih jelas, bintangku?
Ia hanya terdiri dari butiran-butiran air laut yang nantinya akan menurunkan hujan!.
Ia tidak seperti ku yang bisa bercengkrama denganmu berlama-lama..
Ia tidak seperti ku yang bisa membuatmu tertidur pulas setelah bermain seharian..

Awan itu memang bagus sekali bentuknya, tapi bisakah kau tidak terkecoh dengan kehadirannya?
Ia hanya sesaat, sedangkan aku selamanya..
Harusnya kau mengerti itu..
Harusnya kau hargai aku yang bertahun-tahun ada disampingmu..

Kau hanya terkecoh awan yang tampak bagus diluar, bintang..

Kau lupa, jika malam, awan-awan itu akan menghilang!.Tetapi aku takkan pernah pergi darimu, bintang..


Kamis, 16 Mei 2013

Jika Boleh Memilih..

Ya ALLAH…
dia terlalu indah tuk dilupakan…
terlalu sedih jika dikenang…
betapa hatiku bersedih…
mengenang semua yang berasal darinya…

Ya ALLAH…
masih membekas bayangan akan dirinya…
yang telah mengisi relung hatiku…
disetiap sapaannya… serta disetiap kata-katanya…
mengandung keceriaannya…

Ya ALLAH…
hamba memang lemah…
tapi mengapa dia memberikanku harapan?
seraya harapannya aku pun langsung melayang…
langksana burung yang bebas kemana-mana…

Ya ALLAH…
kini ku telah jatuh dari langit dan hancur berkeping-keping…
tertembak oleh peluru yang tepat pada bagian sayapku…
sekarang aku pun tau… harapan itu palsu…
sayapku pun sudah rapuh dan tak bisa terbang kembali…

Ya ALLAH…
andaikan hamba boleh memilih…
hamba kan memilih menjadi bagian dari lautan_MU…
karena sekalinya ternodai…
ia kan cepat kembali bersih dan tertata seperti semula…

Ya ALLAH…
apabila ini sudah menjadi takdir hamba…
hamba harap agar Engkau membimbingku pada jalan yang benar…
jangan Kau sesatkan hamba karena kegagalan seperti ini…
hamba yakin dengan kegagalan ini…
agar hamba menjadi lebih beriman pada_MU…

Jumat, 10 Mei 2013

Melepaskannya Adalah Yang Terbaik Untukmu


  • Jika melepaskan seseorang adalah yang Terbaik untukmu
  • Maka lepaskanlah… Kehadiran Cinta bukan untuk saling Menyakiti | Tapi untuk saling Menyayangi
  • Kita punya hak untuk mencintai seseorang | Kita juga punya hak untuk dicintai seseorang
  • Akan tetapi.. Merasa telah memiliki seseorang yang kita cintai tanpa ikatan resmi itu bukanlah hak kita
  • Merasa telah bisa berbuat apapun terhadap seseorang yang kita cintai tanpa ikatan resmi itu bukanlah hak kita juga
  • Tak perlu takut melepaskan sesuatu yang belum berhak untuk kita miliki dear *puk-puk
  • Jangan pernah ragu untuk melepaskan seseorang yang belum berhak untuk kita miliki
  • Karena jika ALLAH memang mentakdirkan dia untuk kita miliki | Cepat ataupun lambat dia akan pasti kembali menjadi milik kita
  • Sebaliknya.. Jika ALLAH memang mentakdirkan dia bukan u/ kita milki | Maka yakinlah ALLAH akan memberikan kita pengganti yg lebih bai
  • Lebih baik menjaga kehormatan seseorang yang kita sayangi | Daripada menistakan seseorang yang kita sayangi
  • Karena sesungguhnya.. Cinta sejati itu bukanlah bagaimana cara kita untuk memiliki seseorang yang kita sayangi
  • Akan tetapi bagaimana cara kita membahagiakan dan menjaga kehormatan serta memuliakannya ^_^

Menumbuhkan Rasa

Lo tau kenapa Tuhan menciptakan malam?
Karena Tuhan tahu, manusia butuh rileks..butuh ketenangan diri..Dan itu bisa didapat kalo malem udah tiba..

Lo tau kenapa Tuhan nyiptain warna putih?
Karena hitam gak akan ada kalo gak dimulai dari warna putih..

Dan lo tau kenapa di dunia ini ada gurun pasir yang sangat lebar, seolah tak berhingga?
Karena Tuhan jua lah yang menciptakan lautan luas tiada batas, menetralisir panasnya dengan sejuknya air laut..

Lalu, kenapa Tuhan nyiptain manusia yang suka menghina dan mencela orang lain?
Kenapa Tuhan masih ngeletakin tuh orang di bumi? Sementara neraka butuh penghuni :)

Gue juga manusia. Ya, manusia SAMA kayak lo..
Manusia yang juga ngirup udara, manusia yang sama2 makan nasi, dan manusia yang juga sama2 punya akal pikiran SAMA kayak lo.. Jadi,apa alasan lo menghina gue?Seolah gue gak pernah ada bagusnya dimata lo..Seolah gue memang makhluk ciptaan Tuhan yang paling buruk!. WTF !!!

Hey..semua manusia diciptakan dg kelebihan dan kekurangan. Gue gk pernah peduli sm kekurangan lo, tp lo slalu kepo dg kekurangan gue..

Kayaknya dirumah lo gak punya kaca :)

Dan skrg,ijinkan gue menumbuhkan rasa BENCI ini,biar suatu saat gue bisa bilang sama lo," JANGAN KEPO!!!"

Minggu, 05 Mei 2013

Welcome New Home :)

Hari ini, 6 Mei 2013 tepatnya, kami sekeluarga sudah pindah kerumah baru.. Alhamdulillah..
Slalu bersyukur atas apa yang sudah Allah swt sama kita..

Alhamdulillah...
Subhanallah..
Wa Syukurilah..

Tepat hari ini, kami meninggalkan rumah penuh kenangan..
Rumah penuh sukacita bersama Papa..Rumah yang penuh dengan cerita..
Kenangan akan canda tawa,kebahagiaan, bahkan tangisan terungkap sudah di rumah penuh kenangan..
Apapun, disinilah aku mengerti arti pengorbanan dan keringat seorang ayah..
Di rumah ini juga, aku memahami, bahwa tak semua hal dalam hidup ada dalam genggaman..
Tak jarang, sesuatu yang hampir pasti jadi milik kita, nyatanya sangat bertolak belakang hasilnya..

Rumah penuh kenangan..
Tak ubahnya bak anak kecil yang termenung sendiri ketika bonekanya hilang entah kemana, aku termangu menatap pintu rumah ini..
Satu persatu slide kenangan itu muncul, seolah inginkan ku kembali dengan mesin waktu, mengubah semuanya..

Papa..
Kami sudah bisa membuka toko buku didepan rumah..Kami tegakkan bisnis ini, agar kami tetap bisa bertahan hidup..
Kami berjuang untuk semua kebahagiaan dalam hidup..
Kami berjuang untuk segala cita yang ingin kami raih..
Untuk sebuah senyum indah dibibir Mama, istri tercintamu, kelak..

Papa..
Tenanglah dialammu..tenanglah bersama dengan doa-doa yang terus kami panjatkan untukmu..
Beristirahatlah dalam ketenangan abadimu..Tunggulah kami di syurga firdaus..

Pepatah usang mengatakan, jangan menyerah..Itu saja..
Dulu aku sangat takut menghadapi hidup ketika aku kehilanganmu..Kehilangan kepala keluarga disaat adik-adikku masih sangat belia untuk tahu seperti apa hidup ini..
Tapi sekarang, ikhlas memang harus menjadi pilihan..
 Apapun, Allah swt slalu tahu apa yang terbaik untuk umatnya..
Allah swt jualah, yang tahu, apa yang dibutuhkan umat-Nya..

Rabu, 17 April 2013

Semesta Begidik

Tuhan bilang TIDAK!

Ya, Tuhan bilang TIDAK!

Aku tahu, aku yang salah. Salah berdiri ditempat seperti ini. Salah, karena aku melawan takdir yang seharusnya. Dan salah, karena aku berharap dunia tahu yang sesungguhnya. Aku ingin semesta tahu, bahwa aku sedang jatuh secinta-cintanya.. Aku ingin semesta menjawab tanyaku seutuhnya..

Cinta memang perasaan paling fenomenal.. Rasa paling dahsyat se-semesta..
Hingga terkadang semesta ikut bergidik, ketika cinta telah datang dan mengatur hidup manusia..

Ahh..andaikan cinta ini tidak punah, pasti aku akan menjelma menjadi wanita paling beruntung di permukaan bumi.. Pasti akan kubelai dengan sepenuh jiwaku, hingga cinta itu takkan pernah berpaling ke lain dunia..

Sayang..Tuhan bilang TIDAK..
Kenapa?
Aku tak tahu mengapa.. Tuhan bilang, ketika Dia bilang TIDAK, pasti ada yang lebih baik dari ini..
Meski mataku terus menerus menolak takdir ini.. Meski hati terus menerus ingin mengajak perang dengan logikaku sendiri..

Takdir tetaplah takdir, yang selalu minta dimengerti..

Semesta, meski bergidik, namun bukan karena cinta itu hadir, namun kini berubah..
Semesta bergidik karena cinta kembali punah..
Aku memang jatuh secinta-cintanya, tetapi kemudian aku juga patah sepatah-patahnya..

Tuhan, bisakah Kau beri aku alasan atas ke-TIDAK-an itu?
Mengapa hatiku terus berkata YA ?
Mengapa jiwaku terus berkata TLAH KUTEMUKAN CINTA ?


Takdir memang selalu minta dimengerti..

Jumat, 12 April 2013

Menggenggam Awan

Laut tetap saja menghipnotisku..
Ombak yang lepas begitu saja, membuat  kapalku berbelok kesana-kemari, tanpa lelah..

Berkelana menembus lautan luas, membuatku sesekali mendongak keatas. Wah, awan menaungi kapal ini ternyata. Membuatku tak begitu merasakan panas yang menusuk hingga ke pori-pori tubuh.. Awan ini..sepertinya sering kulihat. Berbentuk malaikat kecil dengan cupid panah ditangannya. Mataku menyipit sesaat..

Ah, ada sayap besar didalam peti rahasiaku, ingatku tiba-tiba.
Cepat kuambil, dan kutempelkan ke punggung..

Melayang..
Terbang menembus hingar-bingar ombak yang seolah menjerit tatkala melihatku terbang..

Berputar-putar dilangit, ku cari awan berbentuk malaikat kecil dengan cupid panah tadi. Mana dia?
Kenapa menghilang?

Sekian waktu kuhabiskan hanya untuk mencarinya. Mengapa ia tadi terlihat olehku dari atas permukaan laut, tetapi saat aku sudah menyusulnya, ia pergi! Bah..
Berputar dari awan satu ke awan lain, tak jua kutemukan..
Aku mulai lelah..Duduk disalah satu awan berbentuk datar, dengan angin yang cukup deras mengibarkan rambut hitamku..Kulepaskan sayap besar dari punggungku..

Ahhh..ternyata ini hanya halusinasi ku saja..Ternyata tak ada awan berbentuk malaikat kecil dengan cupid panah ditangannya..Atau mungkin, ia ada namun sengaja membuatku gila dengan pergi menemuinya ke langit?

Kuhelakan nafas panjang, pertanda lelah. Kulirik kebawah. Laut. Kapalku sendiri diatasnya.. Mengapung kesana-kemari tanpa awak.. Ombak menyentuhnya dengan lembut..

Kupasang kembali sayap, kupasrahkan tubuhku kembali ke kapalku di laut itu. Terjun bebas dari langit, tak perduli angin seolah ingin menghantam tubuhku hingga hancur!

Memang semestinya, tak kutinggalkan kapalku, hanya demi mengejar awan berbentuk malaikat kecil dengan cupid panah ditangannya..Toh, awan akan menghilang dengan sendirinya ketika tiba waktunya bulan dan bintang menyapa malamku..

Laut..aku rindu..

Kamis, 11 April 2013

Kepentok

Ketika cinta udah kepentok, mau bilang apa?
Mentok, bahkan tembok pun kalah mentok dibanding cinta yang kepentok. Bingung kan? Sama!

Saya suka laut. Untuk itulah, saya memiliki impian bisa mengarungi lautan suatu hari nanti. Mau tahu kenapa saya suka laut?

Laut gak punya batas. Batas, yang bisa bikin manusia hidup dalam blok-blok terpisah satu sama lain. Dan batasan ini hanya ada di daratan. Persetan dengan blok-blok yang ada diantara saya, dia, kalian, dan semua orang. Tak perduli apapun akibat dari blok-blok itu, saya tidak akan pernah mendukung bahkan men-Tuhankan sistem seperti itu.

Setiap manusia diciptakan sama. Mengapa harus ada perbedaan?

Kembali ke laut. Saya cinta laut. Suatu saat saya ingin punya lautan luas. 'Punya', bukan 'berada'.
Di laut gak ada tembok pembatas. Semuanya luas terbentang. Tak ada adegan kepentok tembok, pagar pembatas, atau bahkan gedung pencakar langit. Gak akan saya temui tower sinyal setinggi 1.523 meter, atau bahkan menara yang tiap tingkatnya dipenuhi kotoran kecoa dan cicak.

Kondisi laut gak bisa diduga. Sedetik saya bisa merasakan air laut ditangan, terasa dingin dan lembut, namun sedetik selanjutnya saya bisa tiba-tiba masuk kedalam kamar di kapal itu, karena ombak mulai menerjang. Takut.
Begitulah kondisi hidup kita. Gak akan ada yang bisa memprediksi masa depan. Sama hal nya gak ada orang yang bisa menjelaskan kehidupan setelah kematian.
Tapi saya suka kehidupan seperti ini. Disinilah terujinya mapan emosi, pemikiran, dan spiritual kita.

Inilah keajaiban lautan luas.

Laut, saya rindu. Rindu untuk menyentuh riak air yang tercipta. Rindu menenggelamkan diri didalamnya. Tenggelam ke dasar, tuk kemudian melihat indahnya terumbu karang dan beribu jenis spesies binatang laut. Saya gak takut tenggelam lebih lama. Toh, alat scuba diciptakan manusia untuk itu.

Saya ingin lama hidup di lautan. Tanpa batas. Tanpa tingkat. Tanpa sekat. Dan tanpa 'mentok'. Dan..saya pengen ketemu cinta yang seperti laut. Indah, lembut, namun kita takkan pernah tahu apa yang terjadi ditiap pergantian waktu. Saya bosan dengan cinta di daratan yang katanya baik, romantis, tapi nyatanya, hanya bisa melihat dari balik tembok yang ia sukai saja, dari tinggi nya menara yang ia naiki, dan dari lantai ke 120 gedung yang ia tempati. Tanpa pernah melihat lebih rendah.

Saya ingin menemukan cinta yang apa adanya seperti air laut itu. Asin, tapi tetap saja diselami jutaan orang. Karena mereka tahu, keindahan dasar laut yang asin itu.

Saya juga ingin seperti laut, yang tak pernah bertemu dengan tembok pembatas. Ah, jika ada orang yang bisa menghancurkan tembok sialan itu, pasti dialah orangnya, yang bernama J.O.D.O.H :)

Jumat, 05 April 2013

Bodoh..

Kebodohan terbesar dalam hidupku lagi-lagi terulang..
Jatuh kedalam lumpur yang sama, berkali-kali. SAMA. Tak ada bedanya dengan yang sebelumnya.
Mengapa aku begitu bodoh?  Keledai saja akan belajar dari jatuh-jatuh yang pernah ia alami..
Sedangkan aku?

Bagaimana bisa kulakukan kesalahan yang sama, berulang kali..Benar-benar tersesat dijalan yang kubuat sendiri..BAH!!!

Apa mungkin, tak ada kebaikan dalam diri? Apa mungkin tak kutemukan orang seperti dia?
Aku tak percaya ini..Aku tak percaya..

Sekilas saja, pertanyaan penting menghampiri..
Apa yang Tuhan inginkan dariku? Rahasia terselubung apakah yang ada dibalik jalan berlumpur ini?
Mengapa Tuhan memilihkan jalan ini untukku? Apa saja hikmah dari semua ini?

Tuhan, sudah cukup rasa lelah ini menggelayut..
Maafkan aku Tuhan, aku hanyalah manusia biasa, yang memiliki rasa kecewa jika melihat jalan yang akan dilaluinya berlubang...

Hatiku..Hatimu..

Ingin rasanya berlarian di pantai berpasir halus itu, menjatuhkan seluruh beban yang ada keatas pasir itu. Melepaskan semua yang terganjal di kalbu..

Aku sangat ingin hatiku bisa terbebas dari segala penyerang..Ya, penyerang hebat itu, yang menamakan dirinya cinta..

Ingin rasanya kakiku beranjak ke tengah laut..Berkejaran dengan ombak, meski ia memiliki sifat ganas..Tak perduli..Kurasakan aku sudah tak mampu perduli pada apapun lagi..

Aku sangat ingin jiwaku bisa menemui peraduannya..Betapa diatas sajadah keinginan ini tak pernah lupa untuk kuluapkan kepada Yang Maha Menggenggam Masa Depan..

Ingin rasanya aku menyeberangi lautan luas itu.. Menggenggam setiap bulir riak air yang terjamah oleh tangan dingin ini..Menelusup melalui celah-celah karang yang tergeletak didasar laut..

Namun, lagi-lagi, kutemukan bintang terang yang ternyata terus-menerus memperhatikan kekalahanku..Menyimak setiap arus deras yang menerpa tubuh layu ini, tetap menerjemahkan isi hatiku meski laut seolah tak ingin aku terapung lebih lama..Laut bahkan ingin lebih menenggelamkanku, ketika keputusasaan tak lagi bisa kutolak..

Bintang..aku tahu, kau sedih jika aku begini.. Tersudut di lautan tak berpenghuni, yang bermuara ke samudra tak bertepi..Aku mengerti, kau kecewa dengan segala kepasrahanku kepada kehidupan, hingga akhirnya aku terjun kedalam lautan, tanpa ada keinginan tuk kembali ke pelabuhan heningku..

Apa..sudah waktunya kutinggalkan karang dan pasir putih lembut ini? Apa memang duniaku adalah bintang-bintang terang di langit biru pekat itu? Aku tersesat..Tolong.. Bahkan angin pun seolah tak ingin menjadi penunjuk jalan, untukku..Untuk hatiku.. Menuju hatimu..

Kamis, 28 Maret 2013

The Two Faces of Eliza Dewi



Ekspresi Penggalan Batin Sang Pelukis



Lukisan. Hampir semua kalangan, bahkan usia, menyukainya. Selain sebagai media penghibur, bagi sebagian orang, lukisan bisa berarti refleksi otak. Berbagai karya lukis hampir terpajang dengan apik pada dinding di setiap rumah. Namun, tak semua orang mengerti arti sebuah lukisan.  Saya mencoba mendalami makna dari beberapa lukisan yang di buat oleh Eliza Dewi, pelukis muda berusia 14 tahun asal Palembang.

            Terdapat berbagai jenis lukisan berdasarkan aliran, antara lain lukisan aliran romantisme, lukisan aliran realisme, lukisan aliran surrealisme, lukisan aliran ekspresionisme, dan lukisan aliran impresionisme.
            Nah, ketika saya menelusuri sang pelukis muda yang menggelar pamerannya tersebut, Eliza Dewi, sosoknya termasuk pelukis impresif dengan jenis lukisan beraliran impresionisme, yakni mengutamakan kesan selintas dari suatu obyek yang dilukiskan. Kesan itu didapat dari bantuan sinar matahari yang merefleksi ke mata mereka. Seolah ia menyelesaikan lukisan-lukisannya dengan tergesa-gesa.
            Kepada saya, ia mengungkapkan, seringnya ia melukis berdasarkan apa yang ada dalam pikirannya, kondisi yang sedang ia alami, dan kesehariannya dengan lingkungannya. “Inspirasi melukis bisa datang dari mana saja. Kadang saya mendengarkan musik terlebih dahulu, terkadang hanya spontanitas, hingga pernah menyelesaikan 2 buah lukisan dalam 1 hari. Semua judul lukisan juga saya buat dalam bahasa Inggris,’’ ujarnya.

The Two Faces Of Eliza

            Pameran tunggal yang digelar di Gedung Perjuangan Wanita pada tanggal 25-30 Maret lalu, bertemakan The Two Faces of Eliza Dewi. Maknanya, Eliza sudah berusia 14 tahun, masa peralihan dari jiwa anak-anak menjadi seorang remaja putri. Bertumbuh dalam keharmonisan hidup diapit oleh ayah, ibu,  dan adik semata wayangnya.
            Suasana pameran yang terbilang tenang, namun padat pengunjung. Sekitar 43 lukisan dipajang di sekat-sekat yang diterangi oleh lampu-lampu penerang diatasnya. Rata-rata lukisan yang dipajang banyak ragam ukurannya, diantaranya berukuran 60 x 80 cm, 80 x 60 cm, 60 x 90 cm, 70 x 70 cm, dan 70 x 50 cm. Warna-warna cat lukisan yang dipakai Eliza sangat beragam, bahkan warna-warna yang dipakainya cukup ekstrim, seolah ia sudah berusia jauh dari usianya sekarang.
            Dalam pameran tunggal ini, yang menjadi lukisan utama adalah Two Faces of Eliza, lukisan dengan 1 wajah yang memegang topeng bertangkai. Ia melukiskan dua sisi kehidupannya sendiri, sisi fisiknya yang mulai beranjak remaja, dan sisi khayalan seninya yang terkadang masih dipengaruhi khayalan khas anak-anak.
            Lukisan beraliran realisme yang Eliza buat, yakni berjudul Sweetpea, yang tak lain adalah nama anjing kesayangannya. Mata bulat anjing tersebut menjadi titik fokus lukisan yang mampu menghisap perhatian ratusan pengunjung yang hadir di pameran setiap harinya.

Lukisan Abstrak


           Khusus untuk lukisan abstrak, tak semua orang bisa menikmati. Selain karena ketidaktahuan tentang arti dari lukisan abstrak yang dibuat, banyak orang juga menginginkan lukisan yang indah yang mereka ketahui maknanya. Bahkan, menurut Eliza, sebagian penikmat lukisan hanya membeli lukisan yang ‘terjangkau’ maknanya, seperti lukisan bunga, pohon, dan unsur-unsur alamiah yang bersifat nyata.
           Saya tertarik dengan beberapa lukisan abstrak Eliza Dewi, salah satunya berjudul Endless. Digambarkannya dalam lukisan yang berukuran 100 x 90 cm dengan menggunakan cat acrylic ini, jalan lurus yang seolah tak berujung dengan ranting kosong di kanan kiri jalan, serta langit yang redup. Benar-benar mengekspresikan kesan dunia fana yang dijalani manusia.
            Lukisan berjudul Mad World, menggambarkan yang menggambarkan seseorang yang meratapi dunia yang sudah penuh dengan hiruk pikuk kemunafikan dan keserakahan dunia.
            Yang menarik, salah satu lukisan abstraknya berjudul Untitled, lukisan 2 orang wanita, namun kepala salah satu wanita berada dibelakang sosok wanita lain. Dengan polosnya, Eliza mengaku, ketika melukis lukisan ini, dia sedang terbawa emosi karena sang Mama memarahinya. “ Lukisan ini maknanya seorang wanita yang minderan, dan selalu membandingkan dirinya dengan sosok wanita lain yang lebih sempurna dimatanya,” ucapnya polos.
            Lukisan lain yang tak kalah bagus berjudul The Man Who Can’t Be Moved. Menggambarkan seorang laki-laki dalam keputusasaan. Meski terdapat sinar bulan dan lampu taman yang bermakna adanya harapan, namun tetap tidak membuatnya tergugah.
Meski harga yang ditawarkan cukup fantastis, berkisar antara Rp 2-3 juta, namun tak menyurutkan keinginan kolektor lukisan untuk memiliki salah satu dari lukisan-lukisan tersebut. Terbukti, baru beberapa menit pameran dibuka, sudah ada lukisan yang ‘menghipnotis’ pengunjung sehingga dibeli langsung tanpa menawar.